Cegah Jet Lag Setelah Perjalanan Jauh

Cegah Jet Lag Setelah Perjalanan Jauh

Jet lag adalah kondisi di mana tubuh mengalami kekacauan jam biologis akibat perubahan zona waktu. Sebagaimana kita tahu, bepergian jauh melintasi beberapa zona waktu akan menyebabkan pergeseran waktu tidur, waktu makan, dan waktu beristirahat. Akibatnya tubuh kita terasa lemas, kepala terasa berat, pusing, kehilangan nafsu makan, dan beberapa orang mengalami kesulitan tidur di malam hari serta mengantuk di siang hari saat tiba di tempat tujuan. Gejala-gejala inilah yang disebut dengan jet lag, dan dapat berlangsung hingga beberapa hari.

Nah, setelah Anda dan keluarga libur Lebaran di Jogja menggunakan Semberani Rent, selain bersilaturahmi dengan sanak saudara juga berkeliling kota Jogja mengikuti berbagai paket wisata seperti wisata pantai hingga wisata belanja, saatnya kembali ke perantauan.

Dalam perjalanan balik yang memakan waktu lama dan panjang melewati pulau atau benua tersebut, bisa saja membuat Anda terserang jet lag. Semakin besar perbedaan zona waktu, semakin besar kemungkinan terserang jet lag. Bepergian ke tempat dengan selisih waktu 11 jam dari waktu kita, akan lebih besar risiko terkena jetlag dibandingkan pergi ke tempat yang selisih waktunya hanya 4 jam

Pergi ke arah Timur meningkatkan risiko dan eksposur/ tingkat keparahan jet lag daripada ke Barat, karena bila pergi ke Barat kita mendapat ‘bonus’ atau tambahan waktu sehingga memberi tubuh kesempatan yang lebih besar untuk beradaptasi. Selain itu, saat bepergian ke arah Barat kita menyetel waktu kita mundur, dan tentunya lebih mudah untuk menunda waktu tidur lebih larut dari biasanya, daripada harus bangun lebih pagi dari biasanya.

Contoh, perjalanan dari Jakarta (zona waktu GMT+7) ke Cairo (GMT +2) adalah bergerak ke arah Barat, sedangkan dari Jakarta ke Auckland (GMT +12) adalah bergerak ke arah Timur. Walaupun dari Jakarta kedua tempat tersebut berbeda 5 jam, tapi perjalanan ke Auckland akan lebih berisiko menimbulkan jet lag dibandingkan ke Cairo.

Untuk mencegah atau setidaknya meminimalkan risiko terkena jet lag, berikut beberapa tips dari Semberani Rental Mobil Jogja yang dapat dicoba:

1. Atur kembali jam biologis tubuh. Beberapa hari sebelum bepergian, atur jam biologis tubuh agar bisa beradaptasi dengan zona waktu tempat tujuan. Misalnya dengan tidur lebih awal atau lebih larut.

2. Minum banyak cairan dan makan sedikit. Minum cairan tambahan selama penerbangan dapat mencegah dehidrasi, tapi hindari atau batasi minuman berakohol dan berkafein. Kedua jenis minuman ini malah memicu dehidrasi dan dapat menyulitkan tidur.

3. Jangan minum obat tidur selama penerbangan. Minumlah obat tidur pada tiga malam pertama setelah sampai di tempat tujuan. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan jam biologis tubuh sesuai waktu setempat.

4. Ubah rencana sesuai waktu setempat. Sesudah sampai di tempat tujuan, atur kembali jam tangan Anda sesuai waktu setempat. Jangan rencanakan jadwal yang sibuk di hari pertama.

5. Sedia Melatonin. Penelitian menunjukkan bahwa Melatonin dapat membantu Anda cepat tidur sehingga bermanfaat bagi orang-orang yang mengalami jet lag. Minum Melatonin dalam dosis kecil (0,5 mg) 30 menit sebelum tidur. Melatonin memiliki efek samping yang mencakup pusing, sakit kepala, hilang nafsu makan, dan mual. Jika Anda ragu, ada baiknya konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum memutuskan membawa Melatonin.

Semoga tips di atas dapat membuat perjalanan jauh Anda tetap nyaman dan tidak terganggu masalah jet leg.


TERKAIT DENGAN RENTAL MOBIL JOGJA
rental mobil jogja, rental mobil jogja murah, rental mobil jogja lepas kunci, rental mobil jogja tanpa sopir, rental mobil jogja 24 jam, rental mobil jogja luar kota

RENTAL MOBIL DI SEKITAR LOKASI POPULER
rental mobil jogja, rental mobil jogja luar kota, rental mobil jogja jalan kaliurang

PENCARIAN TERBANYAK YANG MENGARAH KE HALAMAN INI
rental mobil jogja, rental mobil jogja murah, rental mobil jogja lepas kunci, rental mobil jogja tanpa sopir, rental mobil jogja 24 jam