Wisata Budaya


Kota Yogyakarta ini tidak hanya terkenal dengan Gudegnya tapi juga budayanya yang begitu kental dan khas sehingga menjadi salah satu alasan para pelancong rental mobil Jogja berdatangan. Tentu saja Kebudayaannya yang berlimpah didasarkan atas sejarah yang mengikuti perkembangannya. Berikut ini beberapa wisata budaya yang disediakan oleh rental mobil Jogja semberani untuk memanjakan mata Anda.

Sendratari Ramayana Prambanan

Budaya Ramayana Jogja

Sendratari Ramayana atau yang juga dikenal dengan istilah Ramayana Ballet merupakan sebuah pagelaran yang menggabungkan antara seni drama dan tari yang mengangkat cerita Ramayana. Cerita Ramayana merupakan sebuah legenda yang terpahat indah pada dinding Candi Siwa, salah satu candi yang ada di kompleks candi Prambanan. Jika Anda berkunjung ke candi tersebut dan berjalan secara pradaksina (searah jarum jam), Anda akan menemukan alur cerita Ramayana melalui relief yang ada di sana.

Kisah Ramayana yang dibawakan pada pertunjukan ini serupa dengan yang terpahat pada dinding Candi Siwa. Sendratari ini mengisahkan tentang sepenggal kehidupan Rama dalam usahanya untuk menyelamatkan Shinta yang diculik oleh Rahwana, raja negeri Alengka. Jalan cerita yang panjang dan menegangkan itu dirangkum dalam empat lakon atau babak, antara lain: penculikan Shinta, misi Anoman ke Alengka, kematian Kumbakarna dan Rahwana, dan pertemuan kembali Rama-Shinta.

Seluruh cerita dikemas dalam rangkaian gerak tari yang dibawakan oleh ratusan penari yang rupawan dengan diiringi musik gamelan. Dalam pertunjukan ini tidak ada dialog yang terucap dari penari, yang ada hanyalah suara sinden yang menggambarkan jalan cerita dalam bahasa Jawa melalui tembang yang dilantunkannya. Bagi Anda yang tidak bisa berbahasa Jawa jangan berkecil hati, karena akan ada narasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Tari Klasik Keraton Jogja

Budaya Tari Klasik Keraton Jogja

Menonton pertunjukan tari di Keraton Jogjakarta seakan mampu menghipnotis para penontonnya. Selama 2 jam penonton dengan sukarela duduk diam terhipnotis di kursi masing-masing. Salah satu tarian yang dipertunjukkan adalah Tari Golek Ayun-ayun yang merupakan salah satu ciptaan (Alm) KRT Sasmita Dipura (Romo Sas).

Tarian ini ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan dan biasanya dibawakan oleh dua orang penari. Gerakannya sangat lembut dan penuh makna. seolah sang penari sedang bersolek. Gerakan yang lain juga memperlihatkan seolah ia tengah menyulam.  Balutan baju beludru hitam serasi dipadankan dengan bawahan kain batik putih. Mahkota merak bersayap merah muda tambah mempercantik penampilan sang penari.
Tarian ini dapat disaksikan setiap hari Minggu di Pendapa (Bangsal) Sri Manganti, Keraton Jogjakarta dari pukul 10wib sampai dengan 12wib. Biasanya ada tiga jenis tarian yang ditampilkan. Tari Golek Ayun-ayun, Beksan Srikandi Suradewati dan Sendratari Arjuna Wiwaha.

Miyos  Gongso

Budaya Miyos Gongso Jogja

Prosesi Miyos Gongso ini sebagai awal mula dimulainya upacara ritual dan tradisi Sekaten. Prosesi ini merupakan ritual yang mengeluarkan dua perangkat gamelan milik keraton. Dimana kedua perangkat gamelan ini diarak langsung dari keraton ke Mesjid Agung Kauman.

Dua perangkat gamelan ini memiliki nama tersendiri, yaitu Kyai Gunturmadu dan Kyai Nogowilogo. Arak-arak’an ini melewati Siti Hinggil, pagelaran keraton, Alun-alun utara, hingga berakhir di Mesjid Agung Kauman. Menjadi hari puncak, diimulai dari pukul 23.00 wib, perangkat gamelan ini diarak oleh para prajurit menuju mesjid agung. Para pasukan pengiring arak-arakan memiliki nama sebutan masing-masing, yang mana dibedakan atas pakaian yang dikenakan.

Para pasukan atau yang lebih dikenal abdi dalem ini mewakili abdi dalem dari Bregada Jogokariyan dan Patang Puluhan. Setelah dilakukannya arak-arakan oleh para abdi dalem, maka perangkat gamelan ini diletakkan ditempat khusus. Dimana disebut “Pagongan”, namun tidak diletakkan dalam satu ruangan. Melainkan, untuk Gamelan Kyai Guntur Madu di bagian Kidul (Selatan), sedangkan Gamelan Kyai Nogowilogo diletakkan di bagian Lor (utara)

Grebeg Maulud Keraton

Budaya Grebeg Maulud Kraton Jogja

Grebeg Muludan yang diadakan pada tanggal 12 (persis di hari ulang tahun Nabi Muhammad s.a.w.) biasanya dimulai jam 8:00 pagi. Dengan dikawal oleh 10 macam prajurit Kraton: Wirobrojo, Daeng, Patangpuluh, Jogokaryo, Prawirotomo, Nyutro, Ketanggung, Mantrijero, Surokarso, dan Bugis, sebuah Gunungan yang terbuat dari beras ketan, makanan dan buah-buahan serta sayur-sayuan akan dibawa dari istana

Kemandungan melewati Sitihinggil dan Pagelaran menuju masjid Agung.Setelah dido’akan Gunungan yang melambangkan kesejahteraan kerajaan Mataram ini dibagikan kepada masyarakat yang menganggap bahwa bagian dari Gunungan ini akan membawa berkah bagi mereka. Bagian Gunungan yang dianggap sakral ini akan dibawa pulang dan ditanam di sawah/ladang agar sawah mereka menjadi subur dan bebas dari segala macam bencana dan malapetaka.

Kirab prajurit keraton mengawali keluarnya dua pasang gunungan grebeg maulud yang di antaranya berisi sayur mayur dan jajanan pasar. Dua gunungan itu adalah sedekah Sri Sultan Hamengku Buwono X dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadininggrat.

Di Masjid Besar Kauman, Yogyakarta, gunungan didoakan terlebih dahulu oleh penghulu masjid, diikuti warga yang hadir. Namun banyak warga tak sabar dan langsung berhamburan memperebutkan isi gunungan yang dipercaya membawa berkah.

Festival Lima Gunung

Budaya Festival 5 Gunung Jogja

 Festival Lima Gunung merupakan perayaan kesenian yang digelar setiap tahun oleh Komunitas Lima Gunung. Festival ini menampilkan berbagai jenis kesenian tradisional. Pelaksananya adalah masyarakat petani yang bermukim di lereng lima gunung di Kabupaten Magelang, yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Andong, Gunung Menoreh, dan Gunung Sumbing. Pada tahun 2010, festival ini telah berlangsung sembilan kali sejak tahun 2002.Komunitas Lima Gunung dipelopori oleh seorang seniman dari Desa Mendut bernama Sutanto atau lebih dikenal Tanto Mendut. Komunitas tersebut melibatkan beberapa pemimpin dan tokoh berbagai komunitas kesenian yang berada di lereng lima gunung itu.

Di ajang Festival Lima Gunung, penonton bisa melihat bagaimana para petani tampak berbeda. Petani yang biasanya pergi ke sawah itu, kini menari, melukis, atau memainkan musik. Mereka adalah anggota dari kelompok-kelompok kesenian yang menjadi bagian dari Komunitas Lima Gunung.

 


TERKAIT DENGAN RENTAL MOBIL JOGJA
rental mobil jogja, rental mobil jogja murah, rental mobil jogja lepas kunci, rental mobil jogja tanpa sopir, rental mobil jogja 24 jam, rental mobil jogja luar kota

RENTAL MOBIL DI SEKITAR LOKASI POPULER
rental mobil jogja, rental mobil jogja luar kota, rental mobil jogja jalan kaliurang

PENCARIAN TERBANYAK YANG MENGARAH KE HALAMAN INI
rental mobil jogja, rental mobil jogja murah, rental mobil jogja lepas kunci, rental mobil jogja tanpa sopir, rental mobil jogja 24 jam