Wisata Kuliner

Gudeg Jogja

Gudeg Jogja

Ini adalah kuliner wajib khas Jogja. Masakan yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan ini memang sangat populer karena rasanya yang lezat. Ada tiga jenis gudeg, yaitu gudeg basah, gudeg kering, dan gudeg manggar. Gudeg basah adalah gudeg yang disajikan dengan kuah santan nyemek yang gurih. Sedangkan gudeg kering dimasak dalam waktu yang lebih lama hingga kuahnya mengering dan warnanya lebih kecoklatan dengan rasa yang lebih manis. Sementara gudeg manggar adalah terbuat dari bunga kelapa. Namun gudeg manggar ini tidak terlalu mudah ditemukan. Salah satu gudeg yang terkenal di Jogja yaitu gudeg pawon yang dijual pada saat tengah malam.

Angkringan

Angkringan Jogja

Bagi kita yang kelaparan tapi ingin berhemat, maka angkringanlah salah satu alternatifnya, bagaimana tidak, angkringan menyediakan berbagai makanan dan minuman khas jawa seperti sego sambel, sate usus, tempe bakar dan sebagainya dengan harga yang relatif murah.

Angkringan Lik Man merupakan angkringan legendaris, sebab pedagangnya adalah generasi awal pedagang angkringan di Yogyakarta yang umumnya berasal dari Klaten. Lik Man yang bernama asli Siswo Raharjo merupakan putra Mbah Pairo, pedagang angkringan pertama di Yogyakarta yang berjualan sejak tahun 1950-an. Warung berkonsep angkringan yang dulu disebut ‘ting ting hik’ diwariskan kepada Lik Man tahun 1969. Begitu sampai di angkringan yang buka pukul 18.00 ini, anda bisa memesan bermacam minuman yang ditawarkan, panas maupun dingin. Pilihan minuman favorit adalah Kopi Joss, kopi yang disajikan panas dengan diberi arang. Kelebihan kopi itu adalah kadar kafeinnya yang rendah karena dinetralisasi oleh arang.

Soto Sulung Stasiun Tugu

Soto Sulung Stasiun Tugu

Soto sulung boleh jadi merupakan makanan khas Madura, namun ada satu soto sulung yang sangat terkenal di Jogja. Soto Sulung Stasiun Tugu, merupakan soto sulung yang telah melegenda di Jogja. Soto yang telah dijual sejak tahun 1968 ini berisi daging sapi dan jeroan sapi dengan kuah yang pekat plus potongan telur rebus. Keistimewaan Soto Sulung Stasiun Tugu ini terletak pada dagingnya yang empuk, tidak amis, dan bumbu yang meresap sempurna. Ditambah perasan jeruk nipis dan sambal, dijamin Anda bakalan ketagihan! Warung soto yang berlokasi di kios area parkir selatan Stasiun Tugu ini kini telah memiliki berbagai cabang di penjuru Yogyakarta.

Oseng Mercon Bu Narti

Oseng Mercon Bu Narti

Sesuai dengan namanya, siapapun yang menikmati masakan ini akan merasakan rasa pedas yang akan meledakk di lidah. Bukan perupamaan yang berlebihan karena bahan utama untuk membuat oseng-oseng ini adalah cabai rawit. Oseng-oseng mercon bu narti ini ditemukan secara coba-coba yang dilakukan oleh orang tua Bu Narti. Pada waktu itu saat Hari Raya Idul Adha, keluarga Narti banyak menerima daging kurban. Selain daging sapi, juga mendapatkan kulit, kikil dan gajih yang dikenal dengan nama koyoran. Merasa binggung dengan daging yang begitu banyak maka timbulah ide untuk memasak bagian-bagian tersebut degan menggunakan cabbe rawit.

Begitu Bu Narti membuka warung makannya, oseng-oseng mercon bu narti tersebut menjadi menu utama yang ditawarkan pengunjung. Tidak disangka, pembeli ternyata menyukai masakan yang sangat pedar tersebut sehingga oseng-oseng tersebut akhirnya menjadi populer bagi dikalangan masyarakat kebawah. Nama Oseng-oseng Mercon sendiri sebenarnya merupakan pemberian dari budayawan Emha Ainun Najib. Dahulu warung makan tersebut sering dikunjungi untuk makan para seniman dan budayawan dan mereka sering membicarakan oseng-oseng tersebut pedasnya seperti mercon.

Sate Klathak Pak Pong

Sate Klathak Pak Pong Jogja

Berbeda dengan sate kambing pada umumnya. Sate klatak tidak menggunakan tusuk dari batang bambu melainkan jeruji besi sepeda. Bukan tanpa alasan, jeruji besi berfungsi sebagai penghantar panas yang baik membuat daging matang hingga ke bagian dalam. Keunikan lainnya terletak pada bumbunya. Kalau biasanya sate kambing berbumbu kecap atau sambal kacang, sate klatak hanya menggunakan taburan garam dengan sedikit ketumbar.

Meski bumbunya minimalis, rasa sate klatak Pak Pong sungguh luar biasa. Saat digigit, garam yang bertabur di daging kambing menciptakan cita rasa yang berbeda, yang jelas sangat nikmat. Cara menikmati sate klatak lebih pas dengan nasi putih yang disiram dengan kuah gulai. Kalau ingin pedas, tinggal menggigit cabe rawit yang sudah disiapkan di atas meja.

Hampir sebagaian besar warung makan di Yogya menyediakan cabe rawit di atas meja. Rasa pedas makanan bukan dari sambal uleg, melainkan dari cabe rawit segar. Tak ada sedikit pun bau prengus, tidak seperti kebanyakan sate kambing yang masih menyisakan sedikit aroma tak sedap tersebut. Selain itu dagingnya empuk dan tanpa lemak.

Nasi Goreng Beringharjo

Nasi Goreng Beringharjo Jogja

Nasi Goreng Beringharjo, adalah salah satu kuliner yang cukup tua di Jogja. Pasalnya warung ini telah beroperasi sejak tahun 1960. Hanya saja lokasinya saat ini telah berubah, bukan lagi di dekat Pasar Beringharjo. Tapi telah pindah di Jalan Mataram atau sedikit ke timur dari Beringharjo.

Untuk menemukannya sangatlah mudah. Hal ini karena warung tenda ini sangat ramai di malam hari. Bila tertarik dengan menu lain maka bisa memesan mi rebus, mi goreng, capcay rebus, capcay goreng dan babi kecap. Soal harga juga masih relative murah, cocok untuk kantong mahasiswa.

Sego Pecel  Bu Wiryo

Sego Pecel  Bu Wiryo Jogja

SGPC Bu Wiryo sangat terkenal di Yogyakarta, bahkan banyak pelanggan warung ini yang berasal dari luar Yogyakarta. Banyak lulusan UGM yang dulunya sering mengunjungi warung ini datang kembali untuk bernostalgia, mengenang kembali masa saat mereka masih kuliah.

Menu yang ditawarkan di tempat ini hanya dua macam yaitu Sego Pecel dan Sop. Pecel di tempat ini berisi kacang panjang, bayam dan taoge yang disiram dengan bumbu pecel, sama seperti kebanyakan pecel, yang membedakan adalah bumbu atau sambalnya. Bumbu pecel Bu Wiryo tidak terlalu pedas, tidak terlalu manis, sehingga terasa sangat pas dilidah.

Mangut Lele Mbah Marto

Mangut Lele Mbah Marto Jogja

Wisata kuliner Mangut Lele Nggeneng Mbah Marto sebenarnya merupakan warung makan sego/nasi gudeg akan tetapi dari para pengunjung yang datang lebih mengenal mangut lelenya. Pengunjung dapat mengambil makanan langsung kedapur yang memang dijadikan tempat penyajian disamping tempat masak. Warung Mbah Marto terlihat seperti rumah biasa, memfungsikan teras depan, ruang tamu dan ruang tengah sebagai tempat makan pengunjung, suasana tempo dulu sangat terasa di warung ini. Yang berlangganan di tempat ini juga termasuk para artis dan pejabat dari luar kota.

Ikan lele sebelumnya di asap diatas tungku hingga matang kemudian dimasak mangut lele. Saat siap saji warna lele cenderung merah karena cabai merahnya, pedas merupakan khas dari masakan Mbah Marto. akan tetapi bagi yang tidak suka dengan makanan pedas juga tersedia masakan lain seperti gudeg, ceker, garang asem, opor ayam, dan lain lain.

“Gek do njukuk dewe-dewe, aku bukak jam 10 esuk tekan jam 4 sore le” (silahkan ambil sendiri2, saya buka jam 10 pagi sampai jam 4 sore nak) kata Mbah Marto.

 


TERKAIT DENGAN RENTAL MOBIL JOGJA
rental mobil jogja, rental mobil jogja murah, rental mobil jogja lepas kunci, rental mobil jogja tanpa sopir, rental mobil jogja 24 jam, rental mobil jogja luar kota

RENTAL MOBIL DI SEKITAR LOKASI POPULER
rental mobil jogja, rental mobil jogja luar kota, rental mobil jogja jalan kaliurang

PENCARIAN TERBANYAK YANG MENGARAH KE HALAMAN INI
rental mobil jogja, rental mobil jogja murah, rental mobil jogja lepas kunci, rental mobil jogja tanpa sopir, rental mobil jogja 24 jam