Wisata Religi: Perayaan Waisak yang Menakjubkan di Candi Borobudur

Candi Borobudur yang terletak di perbatasan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Kota Magelang di Jawa Tengah, setiap tahunnya selalu menjadi pusat perayaan prosesi Waisak. Bersama Candi Mendut, Candi Borobudur selalu dipadati umat Buddha yang merayakan Waisak dan juga para pengunjung yang melakukan wisata religi. Mereka adalah penduduk sekitar, wisatawan lokal, wisatawan mancanegara, dan berbagai media yang meliput prosesi acara Waisak di dua tempat sakral tersebut.

Wisata Religi Waisak di Candi Borobudur

LAMPION. Puncak prosesi upacara Waisak adalah panjatan doa seiring pelepasan ribuan Lampion yang menakjubkan.

Agar tidak kehilangan momentum menarik ini pada 2 Juni mendatang, segera persiapkan diri Anda untuk berpartisipasi dalam wisata religi yang terjadi sekali dalam setahun ini. Anda dapat berkunjung ke Jogja, nanti dari Bandara Adisutjipto Jogja atau Stasiun Tugu Jogja, tim Semberani rental mobil Jogja akan menjemput untuk mengantar Anda ke penginapan yang Anda sukai, sebelum mengikuti wisata religi.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan wisata religi Waisak ini. Pastikan Anda mengetahui tata aturan yang berlaku dalam prosesi Waisak, termasuk mematuhi jika ada larangan masuk di area tertentu. Kenakanlah pakaian yang sopan. Bertingkah laku dan berbicara yang sopan selama prosesi upacara. Sebagai pengunjung, utamakan dan prioritaskan umat Buddha yang sedang melakukan ibadah, misalnya akses jalan. Lebih baik jika Anda mengetahui juga tahap-tahap acara keagamaan tersebut.

Prosesi perayaan Tri Suci Waisak dilakukan pada hari sebelum muncul bulan purnama di malam harinya, yaitu dengan ritual upacara kirab (berjalan kaki) dari candi Mendut ke candi Borobudur sepanjang sekitar 4 Km. Biasanya kirab dimulai pada jam 10 pagi. Setelah kirab, acara Waisak akan dilanjutkan pada malam hari, mulai jam 7 malam hingga dini hari, di area Candi Borobudur.

Nah, acara yang paling ditunggu-tunggu adalah berada di panggung utama. Ingat, Anda akan menyesal jika sampai terlupa membawa kamera terbaik yang Anda punya. Mengapa? Pemandangan yang tampak di sini sangat menakjubkan. Anda dapat menyaksikan patung Buddha yang sangat besar dengan latar belakang Candi Borobudur yang bermandikan cahaya lampu di puncaknya. Keren sekali. Selain itu, ada ribuan lampion yang akan menyala dan terbang menghiasi langit Borobudur.

Bagi umat Buddha, lampion melambangkan penerangan hidup yang dapat membawa ke arah kemakmuran, kesejahteraan, dan kesehatan. Doa dan harapan dari umat Buddha khususnya dan para pengunjung pada umumnya tercurah ke langit seiring terbangnya lampion. Momen menakjubkan ini biasanya akan membawa ke suasana haru dan gembira bercampur jadi satu. Kamera Anda pasti akan sibuk dibuatnya. Selamat berwisata religi Waisak.